PROBOLINGGO, Ansor Online — Suasana hangat, guyub, dan penuh keakraban mewarnai perhelatan Musyawarah Kerja Cabang (MUSKERCAB) I Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo yang digelar di Pondok Pesantren Al Barokah, Dunggak, Cerme, Kecamatan Wonomerto, Minggu (26/7/2026).
Di balik agenda khidmah perumusan program kerja strategis organisasi, ada dinamika menarik yang menjadi pernak-pernik kekeluargaan dalam hajatan besar ini. Momentum Muskercab I ini mendadak menjelma menjadi arena "reuni" unresmi bagi para alumni dan kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Probolinggo dari lintas generasi.
Sejak pagi hari, kompleks PP Al Barokah Dunggak telah dipadati pengurus, kiai, dan ulama serta jajaran badan otonom (Banom) NU. Namun, pemandangan paling mencuri perhatian tampak di lorong-lorong dan sudut arena musyawarah. Puluhan jajaran pengurus PCNU, lembaga, hingga tokoh masyarakat yang dulunya ditempa di kawah candradimuka Ansor dan Banser, tampak saling berpelukan hangat, berjabat tangan erat, dan mengumbar tawa lepas.
Kenangan masa-masa berjuang mengawal para kiai, suka-duka mengurus diklat Ansor-Banser di pelosok desa, hingga dinamika organisasi di masa muda kembali mencairkan suasana. Tak ada sekat jabatan; para senior dan alumni yang kini telah mengemban berbagai amanah strategis—baik di struktur PCNU, pemerintahan, maupun sektor publik—kembali merasa sebagai "sahabat" seperjuangan sejati.
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo, H. Misbahul Munir, SH., mengungkapkan rasa bangga dan harunya melihat pemandangan kekeluargaan tersebut. Menurutnya, Ansor merupakan kawah candradimuka yang tak pernah putus mencetak kader-kader siap pakai untuk Nahdlatul Ulama.
"Muskercab I PCNU di PP Al Barokah ini terasa sangat istimewa. Ansor itu ibarat rumah laboratorium kepemimpinan NU. Melihat para senior yang kini duduk di jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU kembali bernostalgia dan sangat guyub, ini memberikan suntikan spirit luar biasa bagi kami yang saat ini memegang kemudi di Ansor," ujar H. Misbahul Munir, SH. di sela-sela acara.
Pria yang akrab disapa Sahabat Munir ini menambahkan bahwa ikatan emosional antar-kader Ansor bersifat abadi dan tidak terbatas oleh ruang maupun waktu. Kehadiran para 'alumni' Ansor dalam jajaran kepengurusan PCNU menegaskan keberhasilan proses kaderisasi yang berjalan berkesinambungan di tubuh Nahdlatul Ulama.
"Satu kali ber-Ansor, selamanya kita adalah sahabat seperjuangan. Sanad perjuangan dan khidmah kepada kiai ini yang terus menyambung. Spirit dan nilai-nilai pergerakan Ansor itulah yang hari ini mewarnai dinamika dan kerja-kerja besar di PCNU Kabupaten Probolinggo," tegas Munir.
Keterlibatan aktif para alumni Ansor dalam Muskercab I di Wonomerto ini tidak sekadar membawa nilai nostalgia, namun juga menyuntikkan karakter ketegasan, takzim kepada ulama, serta soliditas pergerakan ke dalam perumusan program kerja PCNU Kabupaten Probolinggo masa khidmah mendatang.
Perhelatan Muskercab I PCNU Kabupaten Probolinggo di PP Al Barokah Dunggak Cerme ini pun ditutup dengan optimisme tinggi. Selain berhasil menyusun cetak biru program keumatan dan kebangsaan, momen ini membuktikan bahwa Nahdlatul Ulama di Kabupaten Probolinggo senantiasa merawat tradisi silaturahmi dan kokoh dalam merawat sanad perjuangan antar-generasi.
Cak Zain ; Kontributor Ansor Online Probolinggo

