Sholat tarawih merupakan ibadah sunnah yang hanya dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Dalam sejumlah literatur klasik disebutkan bahwa setiap malam memiliki fadhilah berbeda, termasuk pada malam kelima.
Disebutkan bahwa orang yang melaksanakan tarawih pada malam ke-5 akan memperoleh pahala yang diibaratkan seperti pahala salat di tiga masjid suci, sebagaimana dalam kitab Durratun Nasihin.
وَفِى اللَّيْلَةِ الْخَامِسَةِ اَعْطَاهُ اللهُ تَعَالَى مِثْلَ مَنْ صَلَّى فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَالْمَسْجِدِ الْمَدِيْنَةِ وَالْمَسْجِدِ الْاَقْصَى
Artinya, “Pada malam kelima, Allah memberikan pahala seperti pahala seseorang yang salat di Masjidil Haram, Masjid Madinah dan Masjidil Aqsho.”
Tiga masjid yang dimaksud adalah Masjid al-Haram di Makkah, Masjid Nabawi di Madinah, serta Masjid Al-Aqsa di Yerusalem. Ketiganya memiliki nilai sejarah dan kemuliaan tersendiri dalam perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW.
Salat di masjid-masjid tersebut memiliki keutamaan besar sebagaimana dijelaskan dalam berbagai hadis. Karena itu, perumpamaan pahala tarawih malam kelima menunjukkan betapa luas karunia Allah SWT bagi hamba-Nya yang menghidupkan malam Ramadhan dengan ibadah.
Ramadhan menjadi momentum memperbanyak amalan saleh, termasuk menjaga konsistensi tarawih secara berjamaah. Semangat beribadah di bulan suci ini diharapkan mampu meningkatkan ketakwaan dan kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT. (*)
Pewarta : Cak Zain
Editor : Abdul Jalal
