1 / 3
2 / 3
3 / 3

 



Probolinggo — Bulan suci Ramadhan menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah puasa, tidak hanya secara lahiriah tetapi juga batiniah. Hal ini sejalan dengan ajaran Imam Al-Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah, yang menekankan pentingnya adab dalam menjalankan ibadah puasa.


Dalam kitab tersebut, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan menahan seluruh anggota tubuh dari perbuatan maksiat. Lisan harus dijaga dari dusta, ghibah, dan perkataan menyakitkan, mata dijaga dari melihat hal yang diharamkan, telinga dijaga dari mendengar keburukan, serta hati dibersihkan dari iri, dengki, dan prasangka buruk.


Imam Al-Ghazali menegaskan, “Puasa yang sempurna adalah puasa seluruh anggota badan dari dosa,” sebuah peringatan agar umat Islam tidak terjebak pada puasa yang hanya bersifat formalitas.


Selain itu, beliau juga menganjurkan agar orang yang berpuasa memperbanyak amal saleh seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, bersedekah, serta menjaga kesederhanaan saat berbuka dan sahur. Sikap berlebihan dalam makan justru dapat menghilangkan nilai pendidikan ruhani dari ibadah puasa.


Ketua GP Ansor Kabupaten Probolinggo, H. Misbahul Munir, SH., menyampaikan bahwa ajaran Imam Al-Ghazali sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Menurutnya, puasa harus menjadi sarana pembentukan karakter dan akhlak sosial.


“Puasa tidak cukup hanya sah secara fiqih, tetapi harus berdampak pada perilaku. Jika seseorang berpuasa namun masih gemar berkata kasar, memfitnah, atau merugikan orang lain, maka ruh puasanya belum tercapai sebagaimana yang diajarkan Imam Al-Ghazali,” ujarnya.


Ia menambahkan, Ramadhan seharusnya menjadi madrasah akhlak yang melahirkan pribadi beriman, beradab, dan peduli terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, selaras dengan semangat keislaman Ahlussunnah wal Jama’ah yang selama ini dijaga oleh warga Nahdlatul Ulama.


Dengan mengamalkan adab berpuasa sebagaimana dijelaskan dalam Bidayatul Hidayah, diharapkan Ramadhan benar-benar menjadi momentum perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, baik secara spiritual maupun sosial.

Pewarta : Cak Zain

Editor : Jalal Rummy

Lebih baru Lebih lama